Adalah ibu sekolah perempuan Desa Dulumai yang mulai memperkenalkan adanya keahlian khusus warga desa dalam membuat keranjang dari rotan. Yabes Mambe dari Desa Dulumai adalah salah satu warga yang tetap rajin membuatkan keranjang dari rotan. “ Dulu sempat berhenti tapi sejak ada sekolah perempuan yang memperhatikan dan memastikan bahwa keranjang koran ini bisa digunakan ke orang lain diluar desa” katanya.
Keranjang rotan yang berukuran kecil bisa digunakan sebagai tempat pensil , sementara yang lebih besar biasanya digunakan sebagai tempat sampah atau dengan model yang berbeda bisa menjadi tempat pakaian. Fungsi rotan tidak lagi hanya sebagai pengikat sebuah bangunan.
Bahan rotan ini diambil dari hutan Dulumai. “Tahun-tahun sekarang semakin sulit mencari rotan karena harus mencari lebih jauh ke dalam hutan” kata Efran, mantan Kades Dulumai yang sekarang mendampingi warga untuk usaha desa. Meskipun sudah berusia tua, Ngkai Sinta panggilan akrab Yabes Mambe masih mencari sendiri rotannya. Dia berharap ada anak muda lainnya yang tertarik menganyam rotan termasuk membantunya mencari rotan di hutan.
Jika karya desa seperti yang dilakukan Yabes dan warga lainnya didukung menjadi usaha desa bahkan menjadi bagian dari BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa ), bisa dipastikan kesejahteraan desa menjadi lebih nyata.